KEDUNG, JEPARA – Masalah gizi kronis atau stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Menyongsong Survei Status Gizi Nasional Indonesia (SSGI) Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Kesehatan yang bekerja sama dengan Puskesmas Kedung 1 dan Lazismu Jepara menggelar aksi nyata bertajuk “Pencegahan dan Penurunan Stunting serta Persiapan SSGI 2026”.
Acara yang berlangsung khidmat pada Selasa (14/4/2026) di Mushola Al Hady, Desa Menganti RT 07 RW 03, Kecamatan Kedung ini, memfokuskan sasaran pada kelompok paling krusial: ibu hamil. Sebanyak 24 ibu hamil dari Desa Menganti hadir untuk mengikuti rangkaian edukasi serta menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Komitmen Puskesmas dan Potret Gizi Kedung
Kegiatan dimulai tepat pukul 08.30 WIB dengan proses pendaftaran ulang. Kepala Puskesmas Kedung 1, Nurul Wahdah, dalam sambutannya menekankan bahwa masa kehamilan adalah titik penentu masa depan bangsa. Ia menegaskan komitmen instansinya untuk melakukan intervensi sejak dini.
“Kehamilan adalah momentum yang sangat penting. Apa yang Ibu makan hari ini akan menentukan kualitas anak di masa depan. Puskesmas Kedung 1 berkomitmen penuh untuk mencegah stunting sejak bayi masih dalam kandungan,” ujar Nurul Wahdah di hadapan para peserta.
Nurul juga memaparkan data grafis terkini mengenai problem stunting di wilayah kerja Puskesmas Kedung 1 yang cukup menantang. Berdasarkan laporan tersebut, tercatat ada 700 balita dengan kondisi berat badan tidak naik, 150 balita dengan berat badan kurang, serta 120 balita yang mengalami gizi kurang. Sementara itu, terdapat 35 ibu hamil yang terdeteksi mengalami Kurang Energi Kronis (KEK).
Sebagai langkah konkret, sejak awal April, Puskesmas Kedung telah menjalankan program PMT dengan sasaran 35 balita, bekerja sama dengan lima unit usaha katering lokal di wilayah Kedung untuk memastikan distribusi gizi yang segar dan terjaga.
Momentum Emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko, hadir langsung untuk memberikan arahan. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran para ibu hamil dan mengingatkan bahwa kehamilan adalah sebuah amanah besar untuk meneruskan generasi baru yang sehat.
Hadi menekankan pentingnya periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau dua tahun pertama sejak pembuahan. “Ini adalah momentum emas. Jaga kehamilan dengan sebaik-baiknya. Kami mengimbau para ibu untuk memeriksakan kehamilan di fasilitas pelayanan kesehatan minimal delapan kali selama masa mengandung,” tuturnya. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada lembaga zakat atas kontribusinya dalam pemenuhan gizi masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Lazismu atas kontribusinya dalam memberikan makanan bergizi bagi ibu hamil melalui produk RendangMu. Semoga ini menjadi ikhtiar kolektif untuk kesehatan ibu dan janin,” tambah Hadi.
Peran Keluarga dan Inovasi RendangMu
Ketua Badan Pengurus Lazismu Jepara, Nur Hamid, turut memberikan sentuhan edukasi dari sisi spiritual dan dukungan keluarga. Menurutnya, proses kehamilan harus dijalani dengan penuh kehati-hatian agar mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Ia juga menyoroti peran vital seorang suami.
“Peran Ayah sangat besar dalam menopang kehidupan dengan mencari nafkah yang halal. Nafkah yang berkah akan menghidupkan jasmani dan rohani anak-anak kita kelak,” kata Nur Hamid.
Senada dengan hal tersebut, Manajer Lazismu Jepara, Nurcholis, memperkenalkan inovasi program RendangMu sebagai solusi ketahanan pangan nasional. Program ini mengolah daging kurban menjadi rendang kemasan kaleng yang higienis dan memiliki masa simpan hingga dua tahun.
“Program Inovasi RendangMu bertujuan memeratakan distribusi daging hingga ke daerah terpencil dan wilayah bencana. Namun, fungsi utamanya kini juga difokuskan pada pencegahan stunting sepanjang tahun. Lazismu siap bergandengan tangan dengan pemerintah untuk menanggulangi masalah stunting di Jepara,” jelas Nurcholis.
Distribusi Gizi dan Edukasi Lanjutan
Sebelum acara ditutup, dilakukan penyerahan simbolis paket PMT kepada para ibu hamil. Paket tersebut berisi RendangMu dari Lazismu dan susu khusus ibu hamil yang diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas Kedung 1, dan perwakilan Lazismu Jepara.
Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada seremoni. Setelah penutupan, para peserta tetap berada di lokasi untuk mengikuti Kelas Ibu Hamil yang diisi oleh tim pakar dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. Dalam kelas ini, para ibu mendapatkan penyuluhan mendalam mengenai pola asuh, nutrisi seimbang, dan persiapan fisik menjelang persalinan.
Sinergi antara otoritas kesehatan dan lembaga filantropi ini diharapkan mampu menurunkan angka stunting di Kecamatan Kedung secara signifikan, sekaligus memastikan data yang akurat menjelang Survei Status Gizi Nasional Indonesia tahun 2026 mendatang. (Andi/Lazismu Jepara)
Cross-sector collaboration in public health interventions like this Jepara initiative demonstrates how localized, community-based programs create sustainable maternal health outcomes. The integration of nutritional support with prenatal education addresses root causes rather than symptoms. Such models could be replicated across Indonesia’s regional health systems for broader stunting prevention impact. 86jl link