JEPARA – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Jepara melakukan kunjungan resmi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara pada Senin, 13 April 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk menyerahkan laporan tahunan penghimpunan serta pendayagunaan dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) tahun buku 2025, sekaligus memperkenalkan inovasi program ketahanan pangan bertajuk “RendangMu”.
Rombongan Lazismu dipimpin langsung oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Jepara, Nur Hamid, didampingi Manajer Eksekutif, Nurcholis, beserta jajaran eksekutif lainnya. Kehadiran mereka diterima dengan hangat oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kemenag Jepara, Bin Himma Muhammad Burhan.
Akuntabilitas dan Dampak Sosial
Dalam pertemuan tersebut, Nur Hamid memaparkan secara terperinci data penghimpunan dana umat selama setahun terakhir. Laporan tersebut mencakup penyaluran dana ke berbagai sektor strategis, meliputi program sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga misi kemanusiaan. Menurutnya, pelaporan ini merupakan kewajiban moral untuk menjaga amanah donatur.
“Penyampaian laporan ini adalah wujud nyata transparansi dan akuntabilitas kami sebagai lembaga pengelola dana umat. Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dititipkan melalui Lazismu dikelola secara profesional dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Nur Hamid dalam sambutannya.
Pihak Kemenag Jepara memberikan apresiasi tinggi atas capaian dan keterbukaan Lazismu. Bin Himma Muhammad Burhan menyatakan bahwa integritas lembaga zakat sangat krusial dalam menjaga kepercayaan publik. “Kami menyambut baik laporan ini. Komitmen Lazismu dalam menjaga transparansi patut diapresiasi karena inilah kunci utama untuk memperkuat fondasi ekonomi syariah di Jepara,” tuturnya.
Pemberdayaan Muallaf dan Optimalisasi Zakat
Diskusi berlanjut pada upaya pengembangan zakat produktif. Lazismu Jepara memperkenalkan Muallaf Learning Center yang berlokasi di Plajan, Pakis Aji. Program ini fokus pada pendampingan berkelanjutan bagi warga muallaf agar dapat mandiri secara ekonomi dan spiritual.
Selain itu, kedua belah pihak menyoroti potensi zakat di Kabupaten Jepara yang dinilai belum tergarap secara maksimal. Nurcholis menambahkan bahwa jika sinergi antara lembaga zakat dan pemerintah diperkuat, dampak positif bagi para mustahik (penerima zakat) akan jauh lebih signifikan.
Inovasi RendangMu untuk Kebencanaan dan Stunting
Agenda utama lainnya dalam pertemuan ini adalah pengenalan program unggulan “RendangMu”. Program ini merupakan inovasi pengemasan daging kurban dalam bentuk rendang siap saji yang higienis, bergizi, dan memiliki masa simpan yang lama.
Nur Hamid menjelaskan bahwa RendangMu dirancang untuk mendukung ketahanan pangan, terutama sebagai respon cepat saat terjadi bencana alam. “RendangMu adalah solusi pangan darurat yang praktis. Saat krisis atau bencana, distribusi makanan sering terhambat, dan produk ini hadir untuk menutup celah tersebut,” jelasnya.
Manajer Eksekutif Lazismu Jepara, Nurcholis, juga menekankan fleksibilitas program ini. Selain untuk kebencanaan, RendangMu diproyeksikan sebagai instrumen dalam program penanganan stunting di Kabupaten Jepara.
“RendangMu tidak hanya praktis secara logistik, tetapi juga kaya protein. Ini sangat relevan untuk membantu pemenuhan gizi anak-anak dalam upaya menekan angka stunting,” pungkas Nurcholis.
Menutup pertemuan, pihak Kemenag menyatakan dukungan penuh terhadap inovasi RendangMu dan berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Lazismu guna memperkuat pelayanan sosial keagamaan di wilayah Kabupaten Jepara.