JEPARA – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Jepara kembali mencatatkan kinerja positif dalam pengelolaan dana umat. Hingga 31 Agustus 2026, lembaga filantropi Islam ini sukses menghimpun dana Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) mencapai nominal Rp10.003.175.550. Angka fantastis yang menyentuh lebih dari sepuluh miliar rupiah tersebut menjadi bukti kuatnya kepercayaan masyarakat serta para muzakki terhadap akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana filantropi oleh manajemen Lazismu Jepara.
Manager Lazismu Jepara, Nurcholis, menyatakan optimisme tinggi mengenai kelanjutan tren positif pengumpulan dana umat ini hingga penutupan kalender kerja. Pihak manajemen memproyeksikan bahwa sampai dengan akhir tahun 2026 nanti, Lazismu Jepara diperkirakan dapat mencapai total akumulasi penghimpunan dana sebesar Rp12 miliar. Jika target tersebut terealisasi, maka pencapaian finansial itu setara dengan 150 persen dari target awal sebesar Rp8 miliar yang ditetapkan oleh pengurus Lazismu Wilayah Jawa Tengah.
“Proyeksi tutup buku tahun 2026 nanti, Lazismu Jepara dapat mencapai 12 miliar atau 150 persen dari target yang ditetapkan Lazismu Jawa Tengah yaitu 8 milliar,” tutur Nurcholis dalam keterangan resminya di kantor Lazismu Jepara pada Senin, 31 Agustus 2026.
Berdasarkan paparan data resmi yang dihimpun secara komprehensif melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infaq, dan Shadaqah (SIM ZISKA / SIM AL-AMILI), total perolehan periode bulan Januari sampai Agustus 2026 sebesar Rp10.003.175.550 tersebut bersumber dari beberapa pos keuangan berbeda. Struktur perolehan instrumen filantropi ini terbagi menjadi empat kategori utama pemasukan umat.
Rincian perolehan dana dari SIM AL-Amili tersebut menempatkan pos Zakat Maal pada angka sebesar Rp2.521.358.798. Selanjutnya, untuk perolehan dari sektor penuaian Zakat Fitrah menyumbang angka sebesar Rp51.387.000. Sementara itu, untuk kategori dana Infaq dan Sedekah menyumbang nominal terbesar dalam struktur keuangan dengan total perolehan mencapai Rp5.417.989.752. Pos terakhir berasal dari Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang berhasil membukukan angka pemasukan sebesar Rp2.012.440.000.
Penghimpunan pada pos Infaq didominasi secara masif oleh Program Pembangunan Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Siti Walidah Jepara yang sukses menyerap dana dari para donatur mencapai Rp2,6 miliar. Sementara itu, instrumen penghimpunan pada pos DSKL secara signifikan didominasi oleh pelaksanaan program Qurban Freshmeat, yaitu pengelolaan hewan kurban yang disembelih langsung di berbagai masjid serta mushala Muhammadiyah di Jepara dengan capaian Rp1,7 miliar. Program ini kemudian dilengkapi oleh kesuksesan program inovatif pengalengan daging berupa Qurban RendangMu senilai Rp250 juta.
Pada sisi alokasi manfaat, dana raksasa sebesar Rp10 miliar yang berhasil dihimpun tersebut langsung didistribusikan secara responsif kepada masyarakat yang berhak menerima. Tercatat, rasio penyaluran dana zakat dan infak tersebut telah terealisasi dengan sangat tinggi mencapai angka persentase 96,7 persen, atau setara dengan nominal nyata sebesar Rp9,7 miliar.
Penyerapan dana terbesar dialokasikan khusus untuk mendanai sektor pergerakan keumatan melalui Program Sosial Dakwah dengan nilai total porsi penyaluran mencapai Rp5,7 miliar. Selanjutnya, sektor krusial berikutnya ditempati oleh Program Kesehatan yang menyerap dana sebesar Rp2,2 miliar. Terakhir, Program Pendidikan mendapatkan kucuran penyaluran sebesar Rp1,2 miliar yang diwujudkan dalam bentuk beasiswa berkelanjutan, Peduli Guru serta pembenahan prasarana sekolah.
Dengan pencapaian penyaluran yang cepat dan akurat ini, Lazismu Jepara terus menegaskan komitmen kerja untuk selalu menjaga amanah publik dalam menyalurkan dana secara tepat sasaran. Seluruh skema program pemberdayaan didesain agar dapat memberikan dampak nyata yang langsung dirasakan oleh penerima manfaat, sekaligus mendukung penuh upaya pengentasan kemiskinan di daerah Jepara.
Sebagai penutup laporan kinerja, Lazismu Jepara secara terbuka mengucapkan apresiasi yang mendalam serta rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat luas yang telah bersedia mengamanahkan kewajiban ZIS mereka. Penguatan gerakan filantropi Islam melalui wadah lembaga formal yang terorganisasi dengan baik terbukti mampu menebar asas kebermanfaatan yang jauh lebih luas, produktif, adil, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat secara universal. [Andi/Lazismu Jepara]