JEPARA – Suasana khidmat pengajian umum di Dukuh Ngemplak, Desa Slagi, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara mendadak berubah menjadi kepanikan. Sebuah rumah milik pasangan suami istri, Jumadi dan Subur, luluh lantak dilalap si jago merah pada Jumat (28/8/2026) malam. Kendati tidak ada korban jiwa, bangunan beserta isinya hangus tak bersisa.
Merespons cepat musibah tersebut, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Jepara bersama Kantor Layanan Lazismu Pakis Aji dan perangkat desa setempat langsung turun ke lokasi. Pada Senin (31/8/2026), rombongan secara resmi menyalurkan bantuan darurat berupa paket sembako dan uang tunai untuk meringankan beban keluarga korban.
Kronologi Kejadian: Sisa Bara Api di Dapur
Petaka yang menghanguskan kediaman Jumadi terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Menurut penuturan Ibu Subur, malam itu ia sedang menghadiri pengajian di desanya. Sementara di dalam rumah, anak dan cucunya sudah terlelap tidur di kamar.
Sebelum berangkat, Subur baru saja selesai menggoreng ceriping (keripik singkong tradisional) yang menjadi usaha mikro rumahan miliknya. Ia mengaku sudah menyiram tungku kayu bakar (pawon) dengan air, tetapi ternyata masih ada sisa bara api tersembunyi yang kembali menyala. Api kemudian merembet cepat ke dinding kayu dapur. Beruntung, warga sekitar sigap menyelamatkan anak dan cucu korban yang sempat terjebak di dalam rumah.
“Menurut hemat saya, api di pawon sudah benar-benar mati karena sudah saya siram menggunakan air. Namun, ternyata masih tersisa bara api di bagian dalam kayu bakar,” ungkap Subur dengan mata berkaca-kaca.
Respons Cepat dan Solidaritas Kebencanaan
Kabar musibah ini langsung dilaporkan oleh Ketua Kantor Layanan Lazismu Pakis Aji, Budi Mulyono, kepada jajaran eksekutif Lazismu daerah Jepara. Lazismu Jepara pun segera bergerak menyiapkan logistik bantuan bantuan darurat pemulihan awal.
Manajer Eksekutif Lazismu Jepara, Nurcholis, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam dari lembaga dan organisasi Muhammadiyah kepada korban.
“Kami mewakili Lazismu dan Muhammadiyah menyampaikan bela sungkawa atas musibah yang sedang dialami, semoga Allah memberi kesabaran. Ini ada bantuan yang walaupun nilainya sedikit, semoga bisa sedikit meringankan beban keluarga,” ujar Nurcholis saat menyerahkan bantuan.
Di lokasi yang sama, Budi Mulyono mengapresiasi gerak cepat seluruh tim filantropi. Ia menyatakan bahwa sinergi dan gotong royong semacam ini sangat krusial dalam membantu sesama yang sedang tertimpa kesulitan.
Sementara itu, Ibu Subur tidak kuasa menahan haru saat menerima paket logistik tersebut. Ia mendoakan para donatur agar mendapatkan balasan kebaikan yang berlipat ganda dari Yang Maha Kuasa.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebanyak-banyaknya, semoga Allah yang membalas, jazakumullah ahsanal jaza,” tutur Ibu Subur dengan suara bergetar.
Kini, setelah api padam dan bantuan darurat telah diterima, tantangan berikutnya bagi keluarga Jumadi adalah melakukan rekonstruksi bangunan tempat tinggal dan menata kembali usaha pembuatan keripiknya yang sempat terhenti. Solidaritas nyata yang ditunjukkan oleh Lazismu Jepara menjadi bukti bahwa di tengah musibah, kepedulian sesama tetap menyala, memberikan kehangatan dan harapan baru bagi mereka yang sedang diuji. [Andi/Lazismu Jepara]