Lazismu Jepara

Bidik Opini WTP, Lazismu Jepara Matangkan Persiapan Audit KAP Tahun Buku 2025

Rangkaian inspeksi dan verifikasi faktual Audit Keuangan dijadwalkan mulai Senin, 29 Juni 2026 hingga Jumat, 3 Juli 2026. Langkah ini ditempuh sebagai bentuk komitmen persyarikatan dalam menjaga pilar akuntabilitas, transparansi, serta merawat kepercayaan (trust) publik yang selama ini telah terbangun kuat di masyarakat.

Sebelum audit lapangan dan verifikasi dokumen resmi dimulai, koordinasi terpusat telah dilaksanakan terlebih dahulu melalui pembekalan daring via Zoom Meeting pada Senin, 15 Juni 2026. Agenda tersebut mempertemukan seluruh elemen penting, meliputi jajaran Lazismu se-Jawa Tengah, Lazismu Jepara, serta perwakilan akuntan publik.

Koordinasi daring pra-audit dibuka secara resmi dengan sambutan dari Manajer Area Lazismu Jawa Tengah, Suprapto. Dalam pengarahannya, beliau memberikan instruksi tegas kepada seluruh kantor layanan daerah, untuk melakukan pemeriksaan ulang secara menyeluruh dan melengkapi setiap dokumen laporan keuangan tanpa ada yang terlewat.

Langkah proaktif dari wilayah ini dipertegas oleh Kepala Divisi Keuangan Lazismu Wilayah Jawa Tengah, Maya Robiatul Adawiyah. Ia merinci komponen-komponen vital instrumen laporan keuangan yang wajib dikompilasi secara rapi dan sistematis oleh tim keuangan daerah.

Maya menegaskan bahwa dokumen yang harus dipersiapkan secara matang meliputi laporan arus kas, laporan aktivitas, buku jurnal harian, laporan posisi keuangan, catatan persediaan aset, rekening koran bank, hingga surat konfirmasi bank yang valid. Menurutnya, presisi data pada ketujuh komponen tersebut merupakan kunci utama kelancaran proses pemeriksaan oleh Kantor Akuntan Publik.

Merespons instruksi dari pimpinan wilayah, Staf Keuangan Lazismu Jepara, Resa Levianingrum, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat menyusun portofolio keuangan sepanjang tahun lalu. Resa menjelaskan bahwa seluruh dokumen pendukung yang mencatat arus penerimaan dana kemanusiaan serta penyaluran program pemberdayaan sepanjang tahun 2025 kini telah selesai diarsipkan.

“Untuk mempersiapkan audit tahun buku 2025 ini, kami sudah menyiapkan dokumen penerimaan dan penyaluran tahun 2025 secara mendetail. Harapannya, proses audit eksternal ini bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan teknis yang berarti, serta mampu mempertahankan capaian sertifikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ujar Resa saat dikonfirmasi mengenai kesiapan teknis timnya.

Di sisi lain, tata kelola keuangan yang sehat di tubuh Lazismu Jepara ternyata tidak dibangun secara instan menjelang tenggat waktu pemeriksaan. Manajer Lazismu Jepara, Nurcholis, mengungkapkan bahwa kesiapan lembaga dalam menghadapi audit eksternal merupakan hasil dari kedisiplinan manajerial yang diterapkan secara konsisten sepanjang tahun berjalan.

Nurcholis menekankan bahwa sebuah audit akuntansi yang kredibel tidak akan pernah cukup jika hanya disiapkan secara mendadak atau tergesa-gesa. Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mempertahankan opini WTP dari tahun ke tahun, Lazismu Jepara menerapkan regulasi internal berupa kegiatan closing (penutupan buku) rutin setiap bulan.

“Audit itu tidak cukup disiapkan secara dadakan, melainkan harus disiapkan jauh-jauh hari. Kegiatan penutupan buku bulanan ini bertujuan untuk memastikan seluruh transaksi keuangan telah berstatus clear atau selesai pada bulan tersebut, termasuk pemenuhan berkas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari setiap program yang telah dieksekusi,” kata Nurcholis menjelaskan sistem kendali mutu internal mereka.

Langkah preventif dan disiplin administratif yang ditunjukkan oleh jajaran eksekutif ini mendapat dukungan penuh dari pihak manajemen strategis lembaga. Badan Pengurus Lazismu Jepara, Nurchamid, memastikan sendiri bahwa fungsi pengawasan berjalan optimal dengan meninjau langsung kelengkapan seluruh berkas yang akan diserahkan kepada Kantor KAP Abdul Hamid dan Rekan.

Nurchamid secara tidak langsung menyampaikan bahwa keabsahan dan kelengkapan dokumen yang telah dihimpun oleh tim keuangan akan menjadi fondasi utama yang mendukung kelancaran kerja para auditor publik selama lima hari masa audit fisik nanti. Pihaknya optimis bahwa keseriusan ini akan membuahkan hasil yang linier dengan ekspektasi organisasi.

Lebih lanjut, Nurchamid menegaskan bahwa target akhir dari perolehan opini WTP ini bukan sekadar mengejar prestasi administratif di atas kertas. Hasil opini objektif dari lembaga auditor independen seperti KAP merupakan instrumen krusial yang berfungsi sebagai katalisator untuk meningkatkan kepasrahan dan kepercayaan masyarakat luas (public trust). Dengan meningkatnya kepercayaan tersebut, Lazismu Jepara diharapkan dapat menjaring lebih banyak muzzaki dan donatur, yang pada akhirnya akan memperluas daya jangkau serta kemanfaatan program filantropi Islam di seluruh wilayah Kabupaten Jepara. (Resa – Staff Keuangan Lazismu Jepara)

Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
acesuper
acesuper
3 hours ago

OMG, this strategy is wild! Totally rethinking my approach now. Check out ace super app download apk for more game vibes; the interface looks sick!

SHARE

LATEST POST

Scroll to Top