Lazismu Jepara

Dongkrak Penghimpunan Muharram Ceria, Lazismu Jepara Bedah Strategi Komunikasi Verbal dan Kepedulian Sosial

Memasuki momentum pergantian tahun baru Islam, Lazismu Kabupaten Jepara melakukan langkah taktis dengan membekali para amil dan relawan lewat pembekalan spiritual sekaligus strategis komunikasi keumatan. Agenda keagamaan ini sengaja diinisiasi untuk memperluas wawasan para pegiat filantropi mengenai keistimewaan bulan Muharram, yang nantinya dapat dikonversikan menjadi instrumen penguatan dan optimalisasi penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).

Acara yang berlangsung khidmat di ruang utama Kantor Lantai 1 Lazismu Jepara tersebut mempertemukan tiga elemen penting gerakan persyarikatan. Mereka adalah jajaran eksekutif Lazismu Jepara, para mahasiswa penerima manfaat program Beasiswa Sang Surya, serta menghadirkan tokoh pemuka agama, Ustadz Yusuf Albaihaqi, S.Sos., selaku narasumber tunggal.

Dalam penyampaian materi intinya, Ustadz Yusuf Albaihaqi mengupas secara mendalam mengenai berbagai keutamaan dan titik sakral yang melekat pada bulan Muharram dalam konstelasi kalender Hijriah. Ia menggarisbawahi bahwa salah satu indikator kesalehan sosial yang paling ditekankan pada bulan mulia ini adalah kewajiban kolektif umat Muslim untuk memuliakan, mengasihi, dan membahagiakan anak-anak yatim.

Ustadz Yusuf secara runut mengaitkan kewajiban moral tersebut dengan berbagai visualisasi dalil dalam ayat-ayat suci Al-Qur’an. Menurut tinjauan teologis yang disampaikannya, memperlakukan anak yatim dengan penuh kasih sayang pada bulan Muharram bukan sekadar anjuran moralitas biasa, melainkan sebuah manifestasi iman yang berimplikasi langsung pada struktur keadilan sosial kemasyarakatan.

“Penekanan terhadap hak-hak anak yatim di dalam Al-Qur’an menunjukkan bahwa Islam memandang kesejahteraan mereka sebagai tanggung jawab iman yang mutlak, terutama saat kita memasuki bulan-bulan haram seperti Muharram ini,” ujar Ustadz Yusuf di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, alumnus UIN Sunan Kudus  tersebut juga menyoroti aspek sosiologis dari urgensi sosialisasi gerakan kepedulian antarsesama manusia. Menurutnya, masa transisi tahun baru Hijriah merupakan waktu psikologis terbaik untuk menyadarkan kembali masyarakat akan pentingnya mendistribusikan kekayaan demi memangkas kesenjangan ekonomi domestik.

Ustadz Yusuf Albaihaqi menyampaikan secara langsung bahwa momentum tahun baru Islam ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh para amil untuk mengedukasi masyarakat luas, jemaah masjid, hingga para muzaki eksisting mengenai esensi pentingnya menyisihkan sebagian harta terikat maupun tidak terikat yang mereka miliki. Edukasi yang konsisten dinilai akan melahirkan kesadaran organik di masyarakat untuk bahu-membahu menyukseskan program-program pemberdayaan umat.

Sesi kajian berubah menjadi ruang diskusi interaktif yang dinamis saat memasuki termin tanya jawab. Rizal Najib, salah satu staf eksekutif Lazismu Jepara, melempar pemikiran kritis terkait kendala taktis yang sering dihadapi oleh para amil di lapangan. Rizal mengajukan pertanyaan mengenai rumusan formula yang tepat untuk menyelaraskan pesan-pesan teologis bulan Muharram agar mampu menyentuh relung hati para calon donatur baru secara lebih luas, masif, dan persuasif.

Merespons pertanyaan tersebut, Ustadz Yusuf memberikan jawaban solutif berbasis pendekatan komunikasi massa. Ia menegaskan bahwa kunci keberhasilan menyentuh empati donatur terletak pada rekonstruksi gaya komunikasi amil, di mana esensinya harus bertumpu pada kekuatan ajakan verbal yang adaptif.

Ustadz Yusuf menjelaskan secara gamblang bahwa pola ajakan verbal yang dilakukan oleh para amil pada era modern saat ini tidak boleh lagi bersifat kaku, searah, atau sekadar menggunakan bahasa transaksional formal yang monoton. Sebaliknya, komunikasi verbal harus dikemas secara luwes, persuasif, memiliki kedekatan emosional (human interest), serta mampu memproyeksikan urgensi program kemanusiaan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh berbagai lapisan generasi masyarakat.

Melalui pelaksanaan Kajian Spesial Muharram ini, manajemen eksekutif Lazismu Jepara menaruh ekspektasi dan target kerja yang jelas bagi masa depan pergerakan lembaga. Output utama yang dibidik dari pembekalan spiritual dan komunikasi ini adalah kesiapan total para amil dalam memaksimalkan target penghimpunan dana sosial keagamaan yang akan dialokasikan khusus pada kluster program “Muharram Ceria”.

Dengan pemahaman teologis yang matang mengenai keutamaan Muharram serta penguasaan teknik komunikasi verbal yang tidak kaku, para amil Lazismu Jepara diharapkan mampu bergerak lebih lincah di lapangan. Keberhasilan penghimpunan dana pada program “Muharram Ceria” ini nantinya akan dikembalikan sepenuhnya kepada masyarakat dalam bentuk paket santunan pendidikan, logistik, dan jaminan kebahagiaan bagi ratusan anak yatim dan piatu yang tersebar di wilayah Kabupaten Jepara. (Indri – Staff Eksekutif Lazismu Jepara)

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

SHARE

LATEST POST

Scroll to Top