JEPARA – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Jepara mengukir capaian historis pada paruh pertama tahun 2026. Dalam kurun waktu Januari hingga Mei 2026, lembaga filantropi Islam ini berhasil menggalang dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Keagamaan Lainnya (ZISKA) sebesar Rp8.078.847.861,-. Angka tersebut secara resmi melampaui target total penghimpunan sepanjang tahun 2026 yang dipatok pada nominal Rp7.991.548.959,-.
Capaian luar biasa ini dipaparkan langsung dalam forum rapat bertajuk Laporan Bulanan & Evaluasi Kinerja Lazismu Jepara. Agenda strategis tersebut berlangsung di Aula Lantai 2 Kantor Lazismu Kabupaten Jepara. Acara ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara, Badan Pengurus (BP) Lazismu Jepara, serta seluruh jajaran direksi eksekutif.
Jalannya Acara dan Pembukaan forum Evaluasi
Rapat pleno evaluasi kinerja yang berlangsung khidmat tersebut, dipandu oleh Yusuf Al-Baihaqi selaku Master of Ceremony (MC). Sesi utama kemudian diserahkan kepada jajaran eksekutif untuk memaparkan angka-angka realisasi keuangan dan program yang menjadi indikator kinerja utama.
Manajer Eksekutif Lazismu Jepara, Nurcholis, menguraikan isi laporan di hadapan para pemangku kepentingan (stakeholders). Ia menegaskan bahwa lompatan angka penghimpunan yang masif ini merupakan buah dari kepercayaan masyarakat, modernisasi sistem birokrasi, serta militansi para amil di lapangan.
Rincian Capaian Himpunan Periode Januari–Mei 2026
Dalam pemaparannya, Nurcholis menyajikan data statistik keuangan secara transparan. Keberhasilan Lazismu Jepara disokong oleh lonjakan dana dari berbagai sektor momentum keagamaan besar, khususnya program Ramadan dan momentum Qurban 1447 Hijriah.
Berikut adalah rincian data target versus realisasi yang dihimpun oleh tim eksekutif Lazismu Jepara selama periode Januari hingga Mei 2026:

Lompatan Kinerja: Predikat Hijau KPI Nomor 1 se-Jawa Tengah
Bukan sekadar kuantitas angka, kualitas tata kelola kelembagaan Lazismu Jepara juga mendapatkan pengakuan tertinggi di tingkat wilayah. Berdasarkan penilaian Key Performance Indicator (KPI) yang dilakukan oleh Lazismu Wilayah Jawa Tengah, Lazismu Jepara berhasil mengamankan Predikat Hijau dengan nilai efisiensi dan efektivitas di atas 95 persen.
Capaian nilai KPI tersebut menempatkan Lazismu Jepara sebagai Nomor 1 se-Jawa Tengah dalam hal kepatuhan manajerial, kecepatan pelaporan akuntansi, dan ketepatan sasaran distribusi program. Predikat ini menjadi bukti sahih bahwa pengelolaan filantropi di Jepara dijalankan secara profesional, akuntabel, dan transparan.
Manifestasi Program Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat
Keberhasilan penghimpunan dana ZISKA berbanding lurus dengan masifnya program pendayagunaan yang menyentuh masyarakat akar rumput. Lazismu Jepara melaporkan bahwa dana sebesar Rp6.518.571.739,- telah disalurkan melalui berbagai lini program berkelanjutan (sustainable programs). Lima pilar program unggulan yang terus berjalan di antaranya:
- Mualaf Learning Center (MLC): Pusat edukasi, pembinaan keagamaan, dan pendampingan ekonomi bagi para mualaf di wilayah Jepara agar mandiri secara akidah serta finansial.
- Beasiswa Sang Surya: Bantuan dana pendidikan berkelanjutan yang menyasar mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu guna memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur akademik.
- Ceting (Cegah Stunting): Program intervensi gizi berupa pemberian makanan tambahan, pemantauan kesehatan balita, dan edukasi sanitasi bagi ibu menyusui untuk menekan angka tengkes (stunting) di Jepara.
- Layanan Ambulans : Operasional armada medis yang bergerak melayani mobilitas pasien dan pengantaran jenazah bagi masyarakat umum
- Sampahmu Infaqmu: Gerakan inovasi lingkungan hidup yang mengubah sampah bernilai ekonomi menjadi dana infak demi mendukung kelestarian alam sekalgus pemberdayaan sosial.
Tanggapan Badan Pengurus dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah
Keberhasilan ini memantik apresiasi mendalam sekaligus catatan evaluasi dari struktur pimpinan gerakan dakwah Muhammadiyah agar performa yang sudah diraih tidak membuat jajaran amil terlena.
Ketua Badan Pengurus (BP) Lazismu Jepara, Nurchamid, dalam sambutannya menyatakan rasa syukur yang mendalam atas tercapainya seluruh target operasional sebelum pertengahan tahun. Namun, ia mengingatkan agar jajaran eksekutif tidak cepat berpuas diri.
“Target utama kita memang sudah terpenuhi secara kuantitas finansial. Namun, dukungan moral dan struktural dari pimpinan daerah akan selalu kita butuhkan secara berkesinambungan. Oleh karena itu, program-program yang sudah berjalan baik saat ini mohon segera dievaluasi kembali agar dapat kita tingkatkan mutunya pada semester berikutnya,” ujar Nurchamid dengan tegas saat memberikan arahan.
Apresiasi Tinggi dan Instruksi Memperluas Syiar
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara, KH. Fachrurrozi, menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya kepada seluruh pejuang zakat di lingkungan Lazismu Jepara. Menurutnya, pencapaian tersebut sangat luar biasa dan wajib dipertahankan kredibilitasnya.
“Kami atas nama PDM Jepara mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras seluruh tim eksekutif maupun badan pengurus sehingga seluruh target dapat terpenuhi secara fantastis. Ini adalah hasil yang luar biasa. Pesan saya, terus lakukan syiar Lazismu ini hingga ke instansi-instansi eksternal. Lakukan komunikasi intensif secara berkala untuk merumuskan solusi atas segala persoalan teknis di lapangan. Lanjutkan langkah-langkah baik ini, sebab di mata masyarakat luas, nama baik Lazismu Jepara sudah sangat terjaga dan tepercaya,” ungkap Fachrurrozi.
Ketaatan Aturan sebagai Kunci Kemajuan
Sementara itu, Wakil Ketua PDM Jepara Koordinator Bidang Lazismu, Darsyaf Noor, menekankan esensi regulasi sebagai fondasi utama kemajuan persyarikatan. Ia memaparkan dua parameter utama dalam menilai kesuksesan sebuah lembaga amil zakat modern.
Darsyaf Noor menjelaskan bahwa kunci utama dari majunya gerakan Muhammadiyah dan Lazismu terletak pada kepatuhan serta ketaatan seluruh kadernya terhadap aturan organisasi yang berlaku. Ia memberikan apresiasi tertinggi atas kinerja pengelolaan keuangan Lazismu yang dinilai sangat rapi.
Lebih lanjut, Darsyaf menyebutkan bahwa tolok ukur kemajuan Lazismu Jepara wajib bersandar pada dua aspek utama. Pertama adalah aspek kualitas, yang dibuktikan dengan seberapa besar tingkat kepercayaan (trust) masyarakat untuk menitipkan dana publik. Kedua adalah aspek kuantitas, yang ditandai dengan kurva grafik penghimpunan dana yang terus merangkak naik dari tahun ke tahun. Berdasarkan dua indikator tersebut, Lazismu Jepara dinilai telah berhasil mengawinkan kesuksesan kualitas dan kuantitas secara sempurna pada tahun 2026 ini.