JEPARA – Semangat syiar Ramadhan menyelimuti Masjid At-Taqwa Muhammadiyah Jepara pada Ahad (22/2/2026). Bertepatan dengan 5 Ramadhan 1447 Hijriah, Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Jepara menyelenggarakan kegiatan bertajuk Safari Zakat Ramadhan 1447 H. Acara ini dipadukan dengan pengajian rutin “Jihad Pagi” (Pengajian Ahad Pagi) yang menghadirkan narasumber multidisiplin.
Kegiatan yang dimulai pukul 06.30 WIB ini dihadiri oleh sekitar 200 jamaah yang berasal dari berbagai Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di Kabupaten Jepara, meliputi Cabang Jepara Kota, Tahunan, Kedung, Mlonggo, Pakis Aji, hingga Bangsri.
Pembukaan dan Sinergi Kelembagaan
Acara dibuka oleh Yusuf Baihaqi selaku pembawa acara, disusul dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Arbaah yang menambah kekhusyukan suasana pagi. Dalam sambutannya, Ketua Takmir Masjid At-Taqwa Muhammadiyah Jepara, M. Ja’far, menyatakan apresiasinya atas pemilihan masjid tersebut sebagai lokasi Safari Zakat.
Ia menekankan pentingnya integrasi tata kelola keuangan masjid dengan lembaga resmi. “Kami menyambut baik acara ini. Selama ini Lazismu bertindak sebagai penyokong utama masjid, di mana sistem keuangan kami telah terintegrasi dengan Lazismu demi transparansi dan profesionalitas,” ujar M. Ja’far.
Kupas Tuntas Puasa dari Sudut Pandang Medis dan Agama
Puncak acara diisi oleh pemateri yang memiliki kapasitas unik, yakni dr. Lukman Hakim, Sp.OT. Beliau merupakan dokter spesialis bedah tulang dari RS PKU Muhammadiyah Cepu sekaligus menjabat sebagai Wakil Sekretaris Lazismu Jawa Tengah.
Dalam paparannya yang komprehensif, dr. Lukman membedah Ramadhan dari tiga sisi: sebagai dai, aktivis filantropi, dan praktisi kesehatan. Terkait penentuan awal bulan suci, ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah tetap konsisten menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.
“Muhammadiyah sudah pasti menggunakan hisab. Prinsipnya adalah keberadaan bulan itu sendiri. Baik metode rukyah maupun hisab memiliki landasan kebenaran masing-masing, sehingga tidak perlu dipertentangkan,” jelas dr. Lukman.
Dari perspektif medis, dr. Lukman menguraikan manfaat luar biasa puasa bagi metabolisme tubuh manusia. Ia menyebutkan bahwa puasa adalah sarana detoksifikasi alami untuk membuang sel-sel mati, menguatkan daya tahan tubuh, serta secara efektif membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
Urgensi Zakat melalui Lembaga Resmi
Sebagai aktivis Lazismu, dr. Lukman mengingatkan jamaah untuk mengoptimalkan amalan khusus di bulan Ramadhan, seperti meningkatkan salat sunah, berinteraksi lebih intens dengan Al-Qur’an, dan menunaikan zakat. Ia membedah makna zakat secara mendalam, baik Zakat Maal maupun Zakat Fitrah.
Ia sangat menyarankan warga Muhammadiyah dan masyarakat umum untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti Lazismu. Menurutnya, Lazismu telah memenuhi syarat administratif dan syar’i sebagai amil yang kredibel.
“Pengetahuan masyarakat tentang zakat relatif masih minimal. Karena itu, edukasi di masjid-masjid dan Musholla milik Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) harus dioptimalkan selama Ramadhan,” ungkapnya.
Sesi Tanya Jawab: Solusi atas Problematika Umat
Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan beragam pertanyaan teknis dari jamaah. Salah satu isu yang mencuat adalah dilema Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah diwajibkan menyetor zakat melalui Baznas, namun ingin tetap menyalurkan zakatnya ke Lazismu.
Menanggapi hal tersebut, dr. Lukman memberikan solusi prosedural. “Meskipun tidak mudah, ada celah dengan membuat surat pernyataan tertulis bahwa zakat akan dikelola melalui Lazismu. Hal ini memungkinkan secara administratif,” tuturnya.
Selain itu, ia menjelaskan mengenai acuan nisab (batas minimal harta wajib zakat). Mengingat harga emas yang sangat fluktuatif dan tinggi, ia menyarankan penggunaan perhitungan berbasis perak sebagai alternatif yang lebih stabil untuk menentukan ambang batas kewajiban zakat bagi masyarakat.
Bagi jamaah lanjut usia, dr. Lukman berpesan agar tetap menjaga kebugaran selama berpuasa. “Berapa pun usianya, olah raga tetap disarankan namun harus disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing agar ibadah puasa tetap berjalan lancar hingga akhir,” tambahnya.
Kegiatan berakhir dengan suasana penuh optimisme. Pengajian Jihad Pagi kali ini dinilai sangat berbobot, menyerupai “kuliah pagi” yang memadukan ilmu agama dan sains. Panitia berharap materi yang disampaikan dapat memotivasi jamaah untuk tetap istiqomah dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kedermawanan melalui zakat hingga akhir Ramadhan nanti.