JEPARA – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Jepara bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pakis Aji menyelenggarakan kegiatan Kajian Al-Islam Mualaf (KIAM). Acara yang dibarengi dengan pembagian Kado Ramadhan dan buka puasa bersama ini berlangsung khidmat di Masjid Hammud Al Juwaid Ad Dausiry, Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, pada Selasa (04/03/2025).
Kegiatan dimulai tepat pukul 16.30 WIB dengan dipandu oleh pembawa acara, Dewi Ayu Fatmawati. Agenda utama ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta memberikan penguatan spiritual dan dukungan sosial bagi para mualaf di wilayah Pakis Aji.
Dalam sambutannya, Ketua PCM Pakis Aji, Achmad Nashir, menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas terlaksananya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi para mualaf agar mereka merasa dirangkul dalam komunitas muslim.
“Kami merasa bangga dan bersyukur atas kehadiran saudara-saudara mualaf di sini. Kami juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Lazismu Jepara yang telah bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya secara serius dan amanah. Hal ini membuktikan komitmen kita untuk selalu gateni (peduli dan memperhatikan) para mualaf,” ujar Achmad Nashir dalam pidatonya.
Senada dengan hal tersebut, Manajer Lazismu Jepara, Nurcholis, menjelaskan bahwa program pendampingan mualaf ini bukanlah hal baru. Pihaknya telah berkomitmen selama dua tahun terakhir untuk membersamai perkembangan para mualaf di wilayah tersebut. Menurutnya, penyaluran bantuan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban institusi atas dana zakat, infak, dan sedekah yang diterima dari masyarakat.
“Sudah dua tahun kami membersamai bapak dan ibu sekalian. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam mengelola dana umat untuk disampaikan kepada yang berhak, salah satunya adalah kelompok mualaf. Kedepannya, kami berupaya menciptakan program yang lebih berdaya guna agar para mualaf tidak hanya mendapatkan santunan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi,” jelas Nurcholis.
Nurcholis juga menambahkan ambisinya untuk memperluas jangkauan program ini. Ia berharap agar ke depannya dapat terbentuk komunitas mualaf yang solid di luar wilayah Pakis Aji agar program ini terus berjalan secara berkelanjutan.
Ramadhan Bulan Ampunan, Jangan Berlalu Tanpa Perubahan
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Anam Aljavary yang mengusung tema “Ramadhan Bulan Ampunan, Jangan Berlalu Tanpa Perubahan”. Dalam kajiannya, Ustadz Anam mengingatkan bahwa kehadiran para jamaah di masjid tersebut semata-mata karena rahmat Allah SWT.
Ia mengisahkan tentang seorang ahli ibadah yang beribadah selama 500 tahun, namun ternyata berat pahala ibadahnya belum mampu menandingi nikmat satu penglihatan yang diberikan Allah. Hal ini menekankan bahwa manusia masuk surga karena rahmat-Nya, bukan semata-mata karena hitungan amal.
“Ramadhan berasal dari kata ramda’ yang berarti membakar. Maknanya, bulan ini hadir untuk membakar dosa-dosa kita. Sebagaimana termaktub dalam Al-Baqarah, bulan ini adalah waktu diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk,” urai Ustadz Anam Aljavary.
Ustadz Anam juga memberikan peringatan keras agar umat Muslim memanfaatkan momentum ini untuk bertobat. “Ramadhan menuntut kita untuk lebih serius dalam beribadah dan berpikir berulang kali sebelum melakukan dosa. Sungguh celaka bagi orang yang memasuki bulan Ramadhan, namun hingga bulan itu berakhir, ia tidak kunjung mendapatkan ampunan dari Allah,” tegasnya.
Acara ditutup dengan pembagian paket Kado Ramadhan kepada para mualaf dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama saat azan magrib berkumandang. Kegiatan ini diharapkan menjadi katalisator bagi penguatan iman dan ukhuwah Islamiyah di Kecamatan Pakis Aji.
[Andi Purwanto/Lazismu Jepara]