Lazismu Jepara

Cetak Kader Siap Kerja, Lazismu Jepara Berdayakan Mahasiswa Lewat Skema Beasiswa Magang

JEPARA – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Jepara resmi melepas wisudawan angkatan pertama sekaligus menyambut angkatan kedua penerima Program Beasiswa Sang Surya 2026. Agenda sakral yang mengusung konsep beasiswa berbasis magang kerja ini diselenggarakan di Aula Lantai 2 Kantor Lazismu Jepara pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Program inovatif ini memadukan bantuan finansial pendidikan tinggi dengan penempaan etos kerja riil. Langkah strategis tersebut diambil guna melahirkan kader persyarikatan yang tidak hanya unggul secara akademis, melainkan juga matang, adaptif, dan siap kerja saat terjun langsung di tengah dinamika masyarakat luas.

Acara Penyaluran dan Pelepasan Program Beasiswa Sang Surya Lazismu Jepara 2026 ini dihadiri langsung oleh Badan Pengurus Lazismu Jepara, perwakilan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara, serta seluruh mahasiswa penerima manfaat, baik yang telah menyelesaikan masa program maupun yang baru saja dinyatakan lolos seleksi.

Menjaga Keberlanjutan dan Eksistensi Kader

Acara yang berlangsung khidmat ini dipandu oleh Yusuf Albaihaqi selaku pemandu acara (master of ceremony). Membuka lembaran laporan kegiatan, Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Jepara, Andi Purwanto, memaparkan dinamika serta perkembangan program dari tahun ke tahun.

Andi menjelaskan bahwa Program Beasiswa Sang Surya ini telah memasuki angkatan kedua. Pada angkatan pertama, program jaminan pendidikan dan pengabdian profesi ini berhasil mengawal komitmen akademik hingga meluluskan empat orang mahasiswa penerima manfaat.

“Program Beasiswa Sang Surya ini adalah komitmen jangka panjang Lazismu Jepara dalam bidang pendidikan. Kami bersyukur, angkatan pertama telah berhasil meluluskan empat orang penerima manfaat yang kini siap bertransisi ke fase kehidupan berikutnya. Pada tahun ini, peminat program mengalami peningkatan signifikan. Dari total delapan pendaftar yang masuk dan mengikuti seluruh rangkaian seleksi ketat, kami menetapkan enam mahasiswa terbaik sebagai penerima manfaat baru angkatan kedua,” ujar Andi Purwanto saat menyampaikan laporan.

Lebih lanjut, Andi menekankan bahwa format Beasiswa Sang Surya yang diinisiasi oleh Lazismu Jepara memiliki karakteristik yang berbeda dengan beasiswa konvensional pada umumnya. Mengusung skema beasiswa magang, seluruh mahasiswa yang dinyatakan lolos wajib mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk magang kerja. Mereka ditempatkan dan bekerja layaknya staf profesional di Kantor Lazismu Jepara.

“Kami tidak hanya memberikan bantuan dana operasional kuliah secara cuma-cuma. Kami mendesain program ini sebagai beasiswa magang. Mahasiswa wajib ikut serta dalam mengelola administrasi, mengawal program filantropi, dan terjun ke lapangan bersama staf Lazismu. Tujuannya sangat jelas, yakni memberikan bekal pengalaman dunia kerja yang nyata, mengasah mentalitas, serta mempertajam soft skills mereka sebelum benar-benar lulus dari perguruan tinggi,” tambah Andi menjelaskan esensi program.

Wejangan Ketua BP Lazismu: Menghadapi Dunia yang Kompleks

Suasana aula mendadak hening penuh khidmat saat Ketua Badan Pengurus (BP) Lazismu Kabupaten Jepara, Nurhamid, memberikan sambutan sekaligus wejangan kepada para mahasiswa .

Kepada empat mahasiswa angkatan pertama yang telah dinyatakan lulus, Nurhamid menyampaikan ucapan selamat yang mendalam atas keberhasilan mereka menyelesaikan studi sekaligus masa pengabdian magang di Lazismu. Beliau berharap seluruh khazanah keilmuan yang didapatkan selama aktif di ruang akademik maupun ruang kerja Lazismu mampu menjadi lentera penerang.

“Selamat bagi anak-anakku yang telah lulus. Ilmu yang kalian dapatkan selama ini, baik di bangku perkuliahan maupun selama mengabdi di Lazismu Jepara, harus mampu mencerahkan lingkungan sekitar. Kemarin adalah masa kalian menimba ilmu di lingkungan yang terkontrol. Namun, setelah momentum pelepasan ini, kalian akan segera menghadapi dunia nyata yang jauh lebih kompleks, dinamis, dan penuh tantangan,” tutur Nurhamid dengan nada penuh keayahan.

Nurhamid juga menitipkan pesan mendalam agar para alumni Beasiswa Sang Surya tidak pernah memutus tali silaturahmi dengan persyarikatan Muhammadiyah, khususnya Lazismu Jepara yang telah menjadi rumah kedua mereka [2.1].

Bergeser kepada para mahasiswa baru angkatan kedua, Nurhamid menegaskan bahwa kesempatan emas yang didapatkan hari ini tidak datang kepada semua orang. Mengingat ketatnya persaingan seleksi, ia meminta enam mahasiswa terpilih memanfaatkan momentum ini dengan optimal.

“Bagi kalian yang baru bergabung di angkatan kedua, kalian telah diberi kesempatan berharga dan ruang yang sangat luas oleh Lazismu Jepara untuk menggembleng diri. Ini bukan sekadar urusan bantuan finansial kuliah, melainkan ruang untuk mengembangkan prestasi, kapasitas diri, dan kepemimpinan. Manfaatkan setiap hari di sini untuk belajar. Bangunlah komunikasi dengan baik, jaga koordinasi antar-staf, dan serap sebanyak mungkin ilmu manajemen filantropi Islam,” tegas Nurhamid memotivasi mahasiswa baru.

Sinergi MPKSDI: Melahirkan Kader yang Menyala

Sebagai majelis pembantu pimpinan yang bertanggung jawab terhadap sistem perkaderan, Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Jepara menyambut positif keberadaan program ini. Ukrowiyah, selaku perwakilan dari MPKSDI Jepara, menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Lazismu yang dinilai konkret dalam membantu tugas rekonstruksi kaderisasi di daerah.

Ukrowiyah menyatakan bahwa MPKSDI sangat menghargai terobosan Beasiswa Sang Surya ini. Pola beasiswa berbasis magang dinilai sebagai jawaban atas kegelisahan organisasi selama ini terkait minimnya ruang inkubasi bagi kader muda untuk mengasah kemampuan manajerial dan kepemimpinan secara langsung di lembaga pembantu persyarikatan.

“Kami dari jajaran MPKSDI mengucapkan terima kasih atas undangannya, sekaligus mengucapkan selamat bergabung kepada adik-adik mahasiswa angkatan kedua. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi program ini. Harapan besar kami, melalui skema magang di Lazismu, para mahasiswa ini tidak hanya cerdas di kelas, tetapi juga aktif, militan, dan mengambil peran strategis di dalam persyarikatan Muhammadiyah,” kata Ukrowiyah dalam sambutannya.

Secara metaforis, Ukrowiyah berpesan agar para penerima manfaat Beasiswa Sang Surya mampu bertransformasi menjadi kader yang selalu menyala. Menghidupkan api perjuangan Muhammadiyah, serta menjadi motor penggerak dakwah amar ma’ruf nahi munkar di lingkungan mereka masing-masing.

“Jadilah kader yang menyala, kader yang memberi terang di kala gelap, dan selalu membawa energi positif di mana pun kalian ditempatkan. Satu hal yang paling krusial, jagalah nama baik institusi Muhammadiyah dan Lazismu Jepara dengan menunjukkan akhlak yang mulia, integritas tinggi, dan kinerja magang yang profesional. Teruskan perjuangan para pendahulu kita dengan totalitas,” ucap Ukrowiyah memberikan penegasan.

Testimoni Angkatan Pertama: Pengalaman yang Mengubah Paradigma

Suasana haru kembali terasa ketika Alisa, mahasiswi perwakilan dari penerima manfaat Beasiswa Sang Surya Angkatan 1, menyampaikan kesan dan pesan selama mengikuti program. Mewakili rekan-rekan seangkatannya, Alisa mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang tidak terhingga atas kesempatan langka yang diberikan oleh Lazismu Jepara.

Alisa menceritakan bagaimana program ini telah mengubah paradigma berpikirnya mengenai dunia kerja dan gerakan sosial. Baginya, mendapatkan Beasiswa Sang Surya adalah sebuah titik balik yang sangat berharga dalam fase kehidupannya sebagai seorang mahasiswa.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lazismu Jepara atas kesempatan emas ini. Di sini, kami tidak hanya ditopang secara finansial untuk kuliah, tetapi kami benar-benar diberikan kesempatan menimba ilmu kehidupan yang sesungguhnya. Kami bisa merasakan langsung bagaimana dinamika bekerja di dunia profesional, menghadapi karakter masyarakat yang beragam saat menyalurkan bantuan, serta mengelola amanah dana publik dengan penuh tanggung jawab,” ungkap Alisa dengan suara bergetar menahan haru.

Alisa juga menyampaikan rasa syukur karena amanah berat yang dipikul sejak awal mendaftar program akhirnya dapat dituntaskan dengan baik hingga hari kelulusan tiba [2.1]. Ia berharap ikatan emosional dan ideologis yang telah terjalin selama masa magang tidak memudar begitu saja.

“Alhamdulillah, amanah ini bisa kami jalankan sampai selesai. Harapan besar kami, jalinan silaturahmi dan kekeluargaan antara kami para alumni dengan jajaran pengurus serta staf Lazismu Jepara masih bisa terus terjalin erat ke depan. Untuk teman-teman dan adik-adik angkatan kedua yang baru masuk, selamat berjuang. Kalian berada di tempat yang tepat. Tolong teruskan perjuangan ini, jaga dedikasi, dan tunjukkan performa terbaik kalian untuk umat,” pungkas Alisa disambut tepuk tangan hangat dari seluruh hadirin.

Refleksi Akhir: Menuju Tata Kelola Filantropi Berkelanjutan

Setelah seluruh rangkaian sambutan, wejangan, dan testimoni selesai disampaikan, agenda Penyaluran dan Pelepasan Program Beasiswa Sang Surya Lazismu Jepara 2026 ditutup dengan sesi foto bersama. Seluruh pengurus, perwakilan MPKSDI, alumni angkatan pertama, serta mahasiswa baru angkatan kedua berbaris rapi mengabadikan momen transisi kaderisasi tersebut.

Melalui program Beasiswa Sang Surya ini, Lazismu Jepara menegaskan peran strategisnya yang tidak hanya sekadar menjadi lembaga pengumpul dan penyalur zakat, infak, dan sedekah secara konsumtif. Lebih dari itu, Lazismu Jepara membuktikan diri mampu mendesain program pendayagunaan dana umat yang bersifat produktif, multiplikatif, dan berorientasi pada investasi sumber daya manusia jangka panjang.

Dengan meluluskan empat kader yang matang pada angkatan pertama dan menyambut enam kader baru pada angkatan kedua, regenerasi aktivis filantropi dan kader persyarikatan di Kabupaten Jepara dipastikan akan terus berjalan berkesinambungan. Masyarakat kini menunggu kiprah nyata para alumni di medan pengabdian yang sesungguhnya, serta menaruh harapan besar pada kontribusi angkatan baru dalam memperkuat gerakan sosial keagamaan di Bumi Kartini. [Pewe/Lazismu Jepara]

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

SHARE

LATEST POST

Scroll to Top